gadget

EDISI

EDISI 1 (12) EDISI 2 (11) EDISI 3 (14) EDISI 4 (10) EDISI 5 (9) EDISI 6 (9) IKLAN (4) INFO (5) RESENSI (6) Salam Redaksi (7)
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

bunga

Oleh:
Fazry Muhammadan Malik

Bunga
Hijau segar daunmu
Warna warni bagaikan pelangi
Harum segar baumu
Terbasahi embun pagi
Oh bunga
Alangkah indah rupamu
Disenangi banyak orang
Betapa indah warnamu
Bunga......
Pesonamu begitu memancar
Pagaikan lampu pijar
Berbondong-bondong kupu-kupu
Ingin mengmbil sarimu
Dan kau melepaskannya begitu saja
Bunga....
Rupamu begitu indah dipandang
Hingga ku tak ingin mengedipkan mata
Jangankah kau layu
Sampai kupuas memandangmu


Kamis, 21 September 2017

Hijrah Hati



Oleh : A. Asrori Malik

Saat itu adiriku terjatuh
dibuai hayalan dunia
cinta insan jadi mainan
tiada rasa arti ketenangan
detik itu hati diuji
Kehilangan yang dimiliki
pergi semua yang dicari
Sendiri hidup terasa sepi
waktu itu terus terg
merasa diri tak lagi berharga
tiada bersyukur atas dugaan
kehilangan arah tujuan
ketika itu dipertemukan
bunga indah mendamaikan
bicara nasihat terus kehati
tersemai cinta sekali lagi
lantas niat ubah diri
karna cinta hijrahkan hati
namun jiwa tiada yang ikhlas
karena diri mengharap belas
cinta pergi karna kejahilan
hijrah hati tak kesampaian
harapan dinanti tuhan dilupai
tiada tenang dicapai diri
hadir teman cipta harapan
terjawab sudah segala persolaan
hijrah bukan karena sibunga
hijrah itu kepada yang esa
sukur atas segala karunia
tersadar awal dari telaka
tekadkan hati hijrahkan diri
kepadanya juga berserahkan kini







Senin, 18 September 2017

QURBAN



Created By: St Mulyanah
Malam kian membuncah
Nan kelam
Tak terasa bulir bening
Meneliti
Ketika gema takbir atas
Asama mu terlantunkan
Bak kidung malam yang
Mengalun syahdu
Ya kini hari rya idul adha
Dimana seorang ayah di
Minta untuk menyembelih
Anaknya
Setelah tahu anakpun
Ikhlas dan rela
Mukjijat pun datang
Sang anak terselamatkan
Hati yang sunyi nan sepi
Kini lenyap lantunan
Asmamu memecah malam
Akupun ikut meramaikan……


Rabu, 06 September 2017

-Gejolak Rasa-




Melesat jauh.
Bagai busur panah yang lepas landas
Membidik bola matamu yang basah
Bukan.. itu bukan tajamnya logam yang membuat luka
Hanya busur lembut bagai angin surga
Membawakan sejuntai impian dan harapan
Tidak kah kau lihat?
Purnama bahkan tunduk mengalah dibawah kakimu
Namun sanggupkah,
kau simpan cinta disebalik mata yang terpejam itu..?

-Noname-

Selasa, 22 Agustus 2017

MERDEKA KATANYA




Tanah airku. Ia terisak dalam himpitan beban negeri yang menggunung
Tanah airku. Ia menjerit namun tiada siapa yang mampu mendengar
Tanah airku. Ia meronta ingin marah namun belenggu itu menjeratnya dalam bungkam

Diantara robekan kertas berserakan yang menuliskan sejarah palsu !!!
Diantara koaran pidato yang hilir mudik memberikan janji palsu !!!
Diantara luka dari mereka yang sibuk memperebutkan tahta

Tanah airku.







"Bila hati diijinkan Berbicara”
Ada rasa sakit dalam sebongkah daging didekat jantung
Sakit itu kian menggerogoti jasad letihku
Sakit yang perlahan meneteskan cairan hangat dikedua mata
Ya. Bukan sekedar coretan hitam yang tergores rapi dalam sejarah
Lebih dari itu. Laksana pengantin wanita yang ditinggal mati calon suaminya
Kala semua harap tertuang penuh kedalam Cangkir janji-janji
Yang tiada sisa
Saat itu lah, Sembilan puluh Sembilan persen energiku terkuras habis !!
Hanya untuk sebuah harap yang tak pasti
Namun tahukah???
Wahai mentari pagi yang kian perkasa menyoroti negeri ini..
Sepercik terangmu bahkan bisa membunuh sejuta nyawa
Namun tiada kau lakukan itu.
Ya. Aku adalah seorang anak bangsa yang berjuang diantara ganasnya badai kehidupan !!
Aku adalah seorang Ibu yang tiada bosan dan letih mengayomi seluruh keluargaku !!
Aku adalah seorang ayah yang bahkan lupa dengan sakit dan lelahku
Aku.. Aku adalah seorang hamba yang tanpa mengharap seonggok imbalan dalam memperjuangkan kejayaan bangsa !!
Aku.. Aku adalah seorang pertapa.. yang tetap terjaga dikala kebanyakan jiwa tengah lelap
Aku.. Aku adalah bocah kecil yang naïf namun mampu merasakan setiap perlakuan lingkunganmu. Ya. Itu adalah aku
bagimu kesakitanku tak ubahnya kerikil yang berserakan di jalanan
dan mereka bilang “KEMERDEKAAN” ialah hak segala bangsa
saat segala macam bentuk suap.. mencoba buatku terlena dan lupa akan tekadku
aku masih tersadar !!
dan mengapa kau tetap sogoki aku dengan racun mu yang dikemas secantik madu?
aku tahu MERDEKA itu berlandas dari kelapangan Hati
aku tahu MERDEKA ..itu
namun mengapa ke-tahu-anku tidak kau ketahui untuk dijadikan pengetahuan ??
mengapa ???

INFO Terbaru

INFO Terbaru
"The Best Writer Of The Month" Edisi September

INFO Khusus

INFO Khusus
Karena terbentur dengan kegiatan UAS dan libur sekolah, pendaftaran anggota baru dibuka pada tanggal 01 November - akhir Desember 2017