gadget

EDISI

EDISI 1 (12) EDISI 2 (11) EDISI 3 (14) EDISI 4 (10) EDISI 5 (9) EDISI 6 (9) IKLAN (4) INFO (5) RESENSI (6) Salam Redaksi (7)
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEWS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2018

Ribuan Santri Akan Ngaji Bareng Jokowi Dihari Santri Nasional


Ribuan Santri Akan Ngaji Bareng Jokowi Dihari Santri Nasional
Presiden Joko Widodo dikabarkan akan menghadiri acara ngaji kitab kuning yang diselenggarakan PC GP Ansos Sidoarjo untuk memperingati puncak hari santri nasional (HHSN pada 22 oktober mendatang diselenggarakan GOR Delta Delta Sidoarjo, kabupaten sidoarjo Jawa Timur. Selain itu, sejumlah tokoh agama dan ulama besar yang ada diIndonesia baik itu dari dalam Jawa Timur maupun luar juga akan hadir.
       Seperti Rois Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin, ketua PBNU KH. Said Agil Siradj dan Kyai-Kyai Nusantara.
   Nantinya, puncak acara HSN itu akan dimeriahkan oleh Band ternama yakni Wali, dengan melibatkan pemkab Sidoarjo serta BANOM (badan otonom) NU dari MRI Robithoh ma' ahid Islamiyah , LP Ma'arif , PMII, Fatayat,  muslimat; dan semua banon.
    Ketua PC  GP. Ansor Sidoarjo, Rizza Alifaizin mengatakan, bahwa dalam H.S tahun ini sudah banyak santri yang mendaftar untuk ngaji Kitab Kuning " Nashaihul ibad "karya ulama besar indonesia, Syekh Nawawi Al-bantani.
"Sampai hari ini sudah ada 55 ribu santri yang mendaftar, kemungkinan nanti akan bertambah". Kata ketua PC GP Asllshor Sidoarjo, Rizza Alifaizin senin (9 /10) .
" Ngaji kitab kuning ini akan diijazahkan langsung oleh KH. Ma'ruf Amin, Rois Am PBNU yang juga cucu dari Syekh Nawawi Al-batani pengarang kitab Nashahihul Ibad". Tambah Rizza.
"Seperti ulama kita Syekh Nawawi Al-bantani, beliau banyak berkaya dalam membuat kitab- kitab, kami berharap santri saat ini meneladani dari ulama besar asal indonesia", jelasnya.

Dari berbagai sumber
Oleh : Didah El-Fauzi Malik

Senin, 18 September 2017

Rohingya Dibantai, dunia Berkabut



Rohingya Dibantai, Dunia Berkabut . Sejak lebih dari sepekan lalu, kekerasan terbaru meletus di negara bagian Rakhine - Myanmar yang banyak dihuni umat muslim Rohingya. Gelombang kekerasan baru ini menandai eskalasi dramatis sejak oktober 2016 lalu, ketika milisi Rohingya melakukan serangan dengan skala yang lebih kecil. Para pengungsi Rohingya mengatakan bahwa aparat keamanan Myanmar dan kelompok militan radikal  Budha membakar desa-desa mereka. Pemerintah Myanmar berdalih pasukan keamanan mereka sekadar mengambil langkah balasan terhadap lebih dari 20 pos polisi oleh milisi Rohingya. Bentrokan susulan sesudah itu membuat banyak warga sipil baik Islam maupun Budha, lari menyelamatkan diri dari desa-desa mereka. Setelah serangan milisi pada bulan oktober 2016 lalu militer melakukan operasi pembalasan yang keras, dan banyak warga Rohingya mengatakan bahwa dalam operasi itu pasukan keamanan melakukan pembakaran desa dan penyiksaan. Seperti yang dikemukakan oleh Karimullah Mohammad, salah satu warga Rohingya yang mengungsi di Indonesia.
‘Myanmar ingin menumpas habis Muslim Rohingya’
Karimullah Mohammad menitikkan air mata seusai menonton video pembakaran rumah warga di Mingdao, Arakan, Myanmar, 31 Agustus 2017. Pria usia 37 tahun ini sudah enam tahun mengungsi ke Indonesia, sementara saudaranya masih berada di Mingdao. (Hayati Nupus - Anadolu Agency)
 
 
Karimullah Muhammed adalah warga Rohingya yang mengungsi ke Indonesia. Ia mengatakan, kekerasan atas orang Rohingya bukanlah hal yang baru bagi mereka. “Myanmar telah melakukan pembunuhan massal dalam waktu yang lama, namun pemerintah telah meningkatkan pembasmian dalam beberapa tahun terakhir,” kata Muhammed. Karimullah Muhammed juga mengatakan bahwa bukan ratusan melainkan ribuan umat Muslim Rohingya dibantai habis. “Saya membaca berita bahwa sekitar 300 warga Rohingya terbunuh, namun saya telah diberitahu teman-teman saya yang diserang [di negara bagian Rakhine] bahwa lebih dari 3.000 Muslim Rohingya terbunuh dan hampir 100 desa dibakar habis,” ungkapnya.
Secara histeris, penduduk Rakhine membeci kehadiran Rohingya yang mereka pandang sebagai pemeluk islam dari negara lain dan ada kebencian meluas terhadap Rohingya di Myanmar. Di sisi lain, penduduk Rohingya merasa bahwa mereka adalah bagian persekusi oleh negara. Negara tetangga Bangladesh sudah menerima ratusan ribu pengungsi dari Myanmar dan tak mampu lagi menampung mereka.
Ada sisi agama dalam konflik ini, namun juga ada ketegangan antar etnis dan ekonomi. Komunitas rakhine merasa terdiskriminasi secara budaya, di eksploitasi secara ekonomi dan terpinggirkan oleh pemerintah pusat yang di dominasi oleh etmis Burma. Dalam situasi ini, etnis Rohingya, oleh orang Rakhine dianggap sebagai pesaing dalam perebutan sumber daya, sehingga menimbulkan ketegangan di negara bagian itu yang kemudian memicu konflik dari dua kelompok tersebut. Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid dalam kompas.com mengatakan, sebaiknya masyarakat tidak terjebak dalam melihat isu kekerasan terhadap warga Rohingya sebagai konflik antara Islam dan Budha. Hal tersebut, menurut Yenny, justru akan menimbulkan polemik di dalam negeri. "Wahid Foundation mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terjebak dalam melihat konflik Rohingya sebagai konflik antara agama Islam dan Budha. Apalagi sampai berujung pada sikap memusuhi komunitas atau penganut agama tertentu sebagai respons atas kejadian di Rohingya," ujar Yenny seperti dikutip dari keterangan pers Wahid Foundation, Selasa (5/9/2017).

Rabu, 06 September 2017

Edisi sabtu, 12 agustus 2017


Selasa Sehat, Mewarnai Pagi MA Al-Ihya Kaduronyok


Selasa, 22 agustus 2017. Selain mengutamakan pendidikan agama dan akhlak, MA AL-IHYA juga tidak melupakan kesehatan warga sekolah, yang menjadi kebutuhan ssetiap orang. Oleh karenanya, setiap selasa pagi, siswa dan dewan guru di haruskan mengikuti olahraga bersama. Tanpa terkecuali. Bapak ASEP RUHIAT bertindak sebagai INSTRUKTUR. Selain untuk kesehatan, olahraga pagi juga bisa dijadikan ajang melupakan sejenak penatnya belajar di kelas.
Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang siswa kelas XI MIA  Al-Qur’an. “bagi kami (kelas Al-Qur’an) yang setiap hari belajar di Legon terpisah dari sebagian besar siswa/i MAS Al-Ihya yang belajar di gedung atas merasa sangat antusias dan bahagia dengan diadakannya selasa sehat. Selain bisa memanfaatkan kaos olahraga yang kita miliki, kita juga bisa bersilaturahmi (berkumpul) dengan siswa/siswi lainnya”.
Berdasarkan hasil wawancara santai (ngobrol) dengan beberapa guru dan siswa, Kegiatan selasa sehat yang diagendakan oleh Wakasek Bid. Kurikulum “Ibu Neneng Sofiyanti, S.E” dan di setujui dengan sangat antusias oleh Bapak. Kepala Madrasah itu ternyata bukan sekedar memberikan warna baru bagi keluarga MAS Al-Ihya melainkan juga memberikan manfaat yang luarbiasa bagi kita semua.
Pihak madrasah sangat mengharapkan para siswa dan dewan guru lebih semangat lagi mengikuti kegiatan selasa sehat tersebut.


Sansila, Bukan Sekedar Keramaian di Sore Hari

Minggu, 13 Agustus 2017, di hari minggu sore, ada tempat yang menjadi pusat keramaian di kampung Kaduronyok, bukan ramai karena keributan atau hajatan, melainkan “ pengajian “.  Ya ! tepatnya di Majelis dzikir SANSILA.
Disetiap hari minggu sore, SANSILA memang selalu ramai dengan acara pengajiannya. bukan hanya dari dalam desa Kaduronyok saja , tetapi juga dari luar desa bahkan luar kota. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa mobil yang berjejer di parkiran majelis dengan plat kendaraan luar Provinsi BANTEN .
Bagi warga desa kaduronyok, baik yang menetap atau sekedar tinggal sementara di asrama khususnya keluarga MAS AL-IHYA, merupakan hal yang sangat –malu- jika tidak ikut serta meramaikan dan menimba ilmu di majelis SANSILA tersebut. Karena warga yang jauh saja di sela-sela kesibukannya bisa menyempatkan diri untuk sekedar mengikuti pengajian di hari minggu dan dzikir di sore hari sampai isya khususnya malam selasa dan jum’at.
Majelis Dzikir SANSILA ternyata bukan sekedar keramaian di sore hari, melainkan juga ramai dijumpai dimana-mana yaitu kata “SANSILA” yang stikernya menempel di berbagai tempat dan kendaraan seperti angkot, bus dan motor baik di wilayah Banten maupun di luar Banten. Jika anda kebetulan bepergian ke luar daerah, anda akan menyaksikan ramainya stiker “SANSILA” yang men-syiar-kan tentang indahnya duduk berdzikir dan menimba ilmu di Desa Kaduronyok ini. Bagaimana tidak? Nama SANSILA yang diambil dari bahasa sunda Banten yang berarti “san : untuk” dan “sila: duduk” itu dibangun dengan penuh cinta oleh Ayahanda kita semua yaitu Aki Haji.

Menjelang HUT RI Ke - 72, MA Al Ihya Disibukkan Dengan Kegiatan Membakar Semangat



Seminggu sebelum HUT RI ke 72 siswa-siswi MA AL-IHYA sudah di sibukan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang membakar semangat . salah satunya dengan mengikuti perlombaan yang diselenggarakan pihak sekolah. Pihak sekolah memang menyelenggarakan lomba antar kelas yaitu perlombaan LKBB, BOLA VOLY, SEPAK BOLA, CATUR, PIDATO, MAKAN KERUPUK, ESTAFET KELERENG, bahkan lomba membuat TUMPENG.  

Siswa berlomba memberikan yang terbaik untuk kelasnya masing-masing. Seperti yang dikemukakan oleh bapak Opik Ropik, S.Pd.I pada saat perlombaan LKBB di lapangan sadai siang itu, di lapangan Sadai.
 
Selain memeriahkan peringatan HUT RI , kegiatan ini juga bisa mengasah minat dan bakat siswa dalam bidang-bidang tertentu. Hadiahnya pun tidak main-main. Sekolah menyediakan hadiah-hadiah menarik untuk para pemenang. Bahkan ada hadiah tunai untuk juara umum yang diraih oleh kelas XII MIA-2 dengan perolehan juara terbanyak.



Hati-hati !!! Tampil ala Tante-tante di Sekolah Ternyata Dapat Menyebabkan Penuaan Dini !


Tampil ala TANTE-TANTE di SEKOLAH, apa pantas ? sebenarnya sah-sah saja, jika kaum wanita memakai make up di sekolah, tapi perlu kita ketahui terlebih dahulu efek/resiko karena memakai make up, apalagi jika terlalu menor atau bisa disebut ala TANTE-TANTE “
Disamping memberikan manfaat yang tidak seberapa seperti dapat meningkatkan penampilan penggunanya, tidak jarang produk kosmetik tersebut juga dapat berbahaya bagi kesehatan terutama bagi kita anak anak muda yang beranjak dewasa. Pada umumnya, kosmetik itu mengandung zat kimia berbahaya, seperti mercury pada pemutih kulit dan mascara . dampaknya bagi kesehatan yaitu iritasi kulit dan alergi serta kerusakan saraf. Kandungan kimia lainnya yaitu TALC pada eye shadow, deodorant dan lain-lain. Bahaya zat itu dapat menyebabkan KANKER OVARIUM dan TUMOR PARU-PARU.
Selain itu, kosmetik lainnya seperti lipstick, mengandung timbale yang bisa terkandung dalam viva/paralon yang sangat beracun pada sistem saraf dan pemicu KANKER. Bahan lain dalam lipstick -atau sejenisnya- yaitu triklosan yang biasa digunakan untuk mencegah infeksi BAKTERI. Jika digunakan terus menerus dapat berakibat gagal jantung. Terlepas dari itu, ternyata masih banyak bahaya bahaya lain, selain dari pemakain lipstick seperti: munculnya ketergantungan terhadap kosmetik seseorang akan berfikir ia tidak bisa tampak baik tanpa make up dan mengikis kepercayaan diri. Yang kedua, sakit kepala disebabkan karena bahan yang terkandung dalam kosmetik yang terlalu tebal. Ketiga, ketidak suburan pada wanita. Keempat, penuaan dini, beberapa pelembab dan anti aging dapat menyebabkan pennuaan dini ( terlihat lebih tua dari umur sebenarnya ) begitu juga dengan lipstick dan bedak pemutih. Kelima, dapat menyebabkan KANKER dan penyakit KRONIS lainnya. Keenam, beberapa kosmetik yang mengandung BHA atau barium sulphate dan alumunium, terutama pada lipstick yang sering tertelan secara tidak sengaja. Ketujuh, berbahaya pada mata, biasanya disebabkan pada eye shadow, eye liner dan mascara, yang mengandung bakteri pseudomonas aeruginosa yang dapat menyebabkan kebutaan apabila masuk ke mata, dan kerontokan pada bulu mata. Kedelapan, penyakit kulit.
Menggunakan kosmetik untuk merawat atau menjaga kesehatan tentu sangat dianjurkan, namun batasi juga frekuensinya (sederhana saja yang penting sehat) dan harus lebih selektif dalam memilih kosmetik yang aman digunakan. Jangan sampai kita menjual kesehatan kita demi penampilan yang tidak seberapa dan bersifat sementara atau demi secuil pujian yang belum tentu didapatkan dengan berpenampilan menor.

Selasa, 22 Agustus 2017

Edisi (1) Senin, 14 Agustus 2017




Kebiasaan tadarus sebelum memulai pembelajaran ternyata memberikan efek yang luar biasa
Rabu, 09 agustus 2017. Kebiasaan tadarus setiap menjelang pembelajaran di MA Al-Ihya yang rutin dilaksanakan setiap hari rabu, kamis, sabtu dan minggu pada pukul 07.00 sampai pukul 07.20 bukan hal baru di MA Al-Ihya karena pada tahun pelajaran sebelumnya juga pernah dilaksanakan rutinitas tersebut. Namun, lain halnya bagi siswa siswi baru MA Al-Ihya mulai dari kelas X-Mia 1 sampai X-Mia 3 dan X-IIS. Kebiasan tadarus itu merupakan hal baru yang memberikan suntikan energi luarbiasa bagi mereka. Kebiasaan membaca surah Yaasin di hari rabu, surah Arrahman dan Al Waqi’ah di hari kamis, surah Al-Mulk di hari sabtu dan juz ‘amma di hari Ahad menjadikan hari-hari peserta didik baru memiliki makna yang hebat. Seolah-olah energi semangat  para siswa di charger sampai full 100%, itu luarbiasa. Seperti yang dikemukakan oleh Ina Munziana, siswi kelas X Mia-3 itu, katanya “...membaca al Qur’an setiap sebelum belajar adalah program yang bagus. Bahkan sangat tepat sekali apalagi bagi anak-anak remaja, bagus untuk otak karena Allah yang memberikan kelancaran”.
Selain bagi siswa-siswi baru, kegiatan tadarus itu juga memberikan manfaat luar biasa bagi siswa-siswi senior. Menurut mereka, kebiasaan tadarus sebelum belajar itu sangat menyenangkan dan dapat menumbuhkan semangat.
Tidak hanya siswa-siswi, guru-guru juga merasakan banyak manfaat dari kegiatan tadarus tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh St. Nahriah A, guru mata pelajaran Matematika di Kelas XII “...kegiatan tadarus bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga sangat bermakna bagi guru. Karena dengan membiasakan tadarus di pagi hari dapat membuat otak menjadi fresh dan tenang serta melancarkan fungsi otak. Dengan tadarus, otak terasa lebih cerdas, hehehe”. Katanya dengan nada semangat 45.
MA Al-Ihya bertabur Beasiswa
Ahad, 06 Agustus 2017. Beberapa siswa kelas X berkumpul di depan ruangan kepala Madrasah. Crew MALIKA melihat sekilas beberapa siswa yang sibuk komat-kamit entah membacakan apa. Karena rasa penasaran kami menghampiri seorang siswa dan bertanya tentang alasan mereka berkumpul di depan ruangan tersebut. Salah seorang siswa menjawab bahwa mereka hendak setoran hafalan juz’amma kepada bapak kepala madrasah. Lebih jelasnya, MA Al-Ihya saat ini membuka peluang besar bagi siswa siswi nya yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu untuk melejitkan prestasi mereka melalui program beasiswa. Program beasiswa yang pertama ialah beasiswa prestasi bagi siswa siswi kelas X sampai kelas XII yang mendapatkan peringkat 1 sampai 5 besar dan yang kedua ialah beasiswa tahfidz bagi siswa-siswi yang hafidz juz’amma dengan fasih. Program beasiswa itu disambut girang oleh para orangtua/ wali murid, seperti dikutip dari komentar -Ibu- salah satu wali murid yang mengikuti rapat wali murid siswa baru pada beberapa hariyang lalu. Tidak hanya orangtua, beberapa siswa telah berhasil meraih beasiswa tahfidz diantaranya M. Hayani Al Aziz (XI MIA-1), M. Syafei (X MIA-1) dan M. Ali Hasan Zein (X MIA-1). Selain mereka, masih banyak lagi siswa-siswi yang saat ini tengah berupaya menghafal juz ‘amma yang meskipun belum siap setoran hafalan atau belum hafal seratus persen tapi semangat mereka begitu besar dan membara.
Tidak sebatas itu. Selain program beasiswa, MA Al-Ihya juga memberi keringanan bagi siswa-siswi kurang mampu dalam segi ekonomi dan atau yatim dengan tidak dikenakan biaya Daftar ulang setiap tahun.

INFO Terbaru

INFO Terbaru
"The Best Writer Of The Month" Edisi September

INFO Khusus

INFO Khusus
Karena terbentur dengan kegiatan UAS dan libur sekolah, pendaftaran anggota baru dibuka pada tanggal 01 November - akhir Desember 2017