gadget

EDISI

EDISI 1 (12) EDISI 2 (11) EDISI 3 (14) EDISI 4 (10) EDISI 5 (9) EDISI 6 (9) IKLAN (4) INFO (5) RESENSI (6) Salam Redaksi (7)
Tampilkan postingan dengan label Guru Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Kita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2018

Di Usianya yang Menginjak 70an, Guru ini Masih Tampil Fresh dan Awet Muda.


                                       
Di Usianya yang Menginjak 70an, Guru ini Masih Tampil Fresh dan Awet Muda.

Hai sahabat malikaaa…. jumpa lagi bareng MALIKA, Kini kita akan mengutip sosok seorang guru yang selalu setia memupuk kita dengan berbagai pengetahuan dan menempa dengan berbagai pelajaran,dari awal berdirinya AL-IHYA sampai sekarang ini.
Beliau adalah guru di MA sekaligus MTS AL-IHYA, dengan nama lengkap KH.Ahmad Polani(Kipol). Beliau lahir di pandeglang 21 Desember 1948. Beliau tinggal di sebuah kampung di bawah kaki gunung yaitu KP.Pasir Waru DS.Ciherang Jaya Kec. Cisata Pandeglang-Banten-Republik Indonesia, bersama sang Istri (Fatmawati) dan 9 putra putrinya yang sedang menempuh karir-karirnya sebagai Pembisnis, Pengajar, Kariawan swasta(kantoran), Mahasiswa dan pelajar di tingkat SLTA(Si bungsu).
Kembali ke riwayat pendidikannya, beliau hanyalah lulusan dari SDN Kaduronyok 1 dan di pendidikan non formalnya yaitu MDA. Setelah itu beliau langsung mondok ke Sukamara selama delapan tahun. Yups….memang beliau tidak sekolah tinggi-tinggi seperti orang lain yang mendapat gelar S1, S2, S3, S4, S5 bahkan es cendol sekalipun. Eitsss tapi jangan salah, kalo soal pengetahuannya cukup luas dan beliau juga gak jauh ketinggalan zaman, jadi buat siswa siswi AL-IHYA  yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, jangan minder!!! tetap optimis dan semangat demi meraih cita-cita.
Beliau adalah anak ke 5 dari 6 bersaudara. KH. Polani mendirikan pondok atas intruksi dari gurunya, karena santri itu identik dengan patuh terhadap guru, maka kiyai polani pun tanpa basa basi lagi langsung membuat pondok di pemukimannya. Selain menjadi guru di AL-IHYA, beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Nasaihul Ibad. Beliau di temani oleh istri tercinta yang selalu setia menemaninya dari muda hingga tua.
Selain memasak ,nyuci piring, nyuci baju ,bersih-bersih rumah dan segalanya, sang istri juga sebagai ketua pengajian Ibu-ibu di kampung membantu sang suami. Wah sangat menginsfirasi sekali yah.
Nah itulah sedikit tentang guru kita tercinta KH. Polani. Terus gimana yah tanggapan dari teman-teman yang lain tentang pak Polani?. Yuk kita intip !!

Rozy : Pa KH. Polani itu… Orangnya wara’I, asyik Cabapir
Mu’tas : Beliau adalah sosok guru paling humoris, Lucu dan baik.
Bila (X Mia 1) : Beliau orangnya lucu, suka ngelawak, asyik kalau diajak ngobrol… uhhh Love beh sama Pak KH. Pol ..hehe
Natu (XI Mia 1) : Beliau orangnya asyik, lucu, ngertiin juga. Baik pokoknya The Best
Nci (XI Mia 1) : Beliau itu baik, ramah, lucu ketika menjelaskan bikin ngakak ..
Rendi (XI Mia 1) : Beliau itu humoris, asyik, bersahabat, baik, lucu nggak bikin boring (asyikkk)
Hilma Malik (XI Mia 1) : Beliau itu baik, cara menyampaikan materi mudah dimengerti, lucu, tidak membosankan.
Fia (X Mia 2) : Beliau orangnya lucu, seru dan baik
Mamay (X Mia 1) : Beliau teristimewa, terbaik, paling ngertiin, guru favorit. Masalah nilai …paling The Best.
Silah (X Mia 1) : meski sudah berumur tapi tetep Fresh, baik.. euh.. sama nilai pokoknya istimewa..
Dina (X Mia 1) : Pokoknyamah titik dua bintang buat Pak Kyai tercinta <3 Tersayang …hehehe
Semoga  dari sedikit kutipan di atas dapat memberikan motifasi dan inspirasi bagi kita semua ya guysss. THANKS!!!

Reporter : Hilma Malik
Redaktur : Mu’tas Malik

Minggu, 08 Oktober 2017

Mensyukuri dalam kehidupan ini dengan ikhlas



Oleh     :
Reporter        : Teja N Malik
Editor                   : Swazika J Malika

Hai sobat MALIKA yang setia….
            Kembali lagi dengan malika yang akan memberikan sebuah info yang tentunya menarik untuk disimak. Kali ini malika akan menelusuri jejak Guru kita.
Penasaran??? Yoook mari kita kupas sampai tuntas setuntas-tuntasnya diawali dengan sebuah kalimat “mensyukuri dalam kehidupan ini dengan rasa ikhlas” beliau lain tak lain adalah Bapak Saprudin, S.S. yang biasa kita panggil dengan sebutan Pak Udin.. Nah gak asing lagi kan di kuping kita dengan sosok beliau ini..?
            Kehidupanya di dunia diawali pada tanggal 08 juli tahun 1962 dan lahir di sebuah daerah yang bernama pandeglang, ia menjelaskan ketika kelahiranya bertepatan dengan pemberontak-pemberontakan PKI di Indonesia.. tapi untungnya beliau lahir di desa .. kalau misalkan di kota walaah sudah gak bisa dibayangkan yaa kan sob… Dikupas lebih dalam ia anak pertama dari 5 bersaudara dan menjadi motivator bagi adik-adiknya. Ok… sobat pada hakekatnya manusia itu punya sebuah motto dalah hidupnya maka dari itu Narasumber kali ini gak mau kalah untuk dipublikasikan kepada khalayak. Dengan mottonya yaitu “Menerima dan bersyukur tulus dan ikhlas dan bersyukur itu harus disyukuri melalui hati”.
            Waaah perkataan-perkataan yang sangat bermakna untuk diresapi oleh kita bray…
Kembali ke alur cerita kehidupannya semasa waktu kecil sekolah di SDN Kaduronyok 1 pada tahun 1980 setelah menuntaskan dari sekolah itu kemudian melanjutkan ke kecamatan sebelah yaitu SMPN 1 menes dan melanjutkan lagi ke sekolah SMEA Negri 20 Jakarta utara.... waaah sudah seperti pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negri china …. Ketika masa SLTP nya Pak Udin pernah mengikuti kegiatan yang selalu eksis sampai sekarang yaitu Pramuka, begitupun di tingkat SLTA nya ia terus aktif dalam ektrakulikuler pramuka, karena rajin dan baik mengikuti pramuka ia pernah menjadi perwakilan untuk sekolahnya se-wilayah Jakarta utara… luar biasa kan sob..? (nothing impossible in this World)
          
   Masa-masa sekolah pun sudah selesai dan melanjutkan ke perguruan tinggi di jurusan ilmu bahasa dan sastra Indonesia… wow sudah pas tuh sob dengan kegiatan beliau sekarang sebagai pengajar bahasa Indonesia di sekolah tercinta kita. Menarik untuk disimak, pak Udin mempunyai hobi yang unik dan indonesiawi yaitu ia menyukai bertani sebagai hobi-nya plus kegiatan kesehariannya selain menjadi guru….
            Pak Udin juga sebagai guru yang setia ke sekolah ini dari awal berdiri sampai sekarang beliau menjadi guru eksis mengajar dan mengabdi selama 21 tahun…
            Ketika masa sekolah ia mempunyai hal berkesan yang tak terlupakan. Ketika itu ia mewakili kelompok nya saat pertemuan dengan pengurus koperasi beserta sejajarnya tak tanggung 2X ia mendapatkan 2 tugas sebagai pembawa sambutan dan pembaca Ayat suci AL-Qur’an ketika acara pembukaan PPLS di instansi koperasi.
            Perjalanan itu tidak selalu mulus pasti ada sebuah batu genjalan, beliau juga rasakan semasa SMP, ia berjalan selama 7 km untuk bersekolah. Sebuah jarak tak dekat untuk dilalui dengan berjalan kaki… dan pernah juga tidak dapat uang jajan maka ia ikhlas menggantinya dengan puasa… karena pada jaman itu yaaah sob beliau Cuma dapat jatah jajan Cuma 10 perak rupiah. inget sob 10 perak rupiah bukan 10 ribu rupiah…. :D
            Karena motivasinya yang tinggi yaitu menerima apa adanya… apa yang Allah berikan maka ia terus menjalaninya dengan ikhlas…
            Beliau terinpirasi dari maha guru kita ialah Aki Haji karena menurut Pak Udin beliau adalah sosok yang bersosial tinggi, Aki Haji pun ialah orang yang beperan penting dalam mencapai kesuksesannya.
            Oke… sobat-sobatku yang dicintai dan disayangi, melihat ke sisi lain dari alur cerita kehidupannya, Bapak dari satu orang anak ini menyukai makanan nasi liwet, jengkol dan pelengkapnya itu kopi hitam pahit (waah kapan-kapan boleh tuh sobat MALIKA nganterin ke rumahnya… whehehe)
            Nah sekarang memasuki clossing… beliau memberikan oleh-oleh atau buah tangan buat kita semua nih. Penasaran yaah?… katanya: “untuk pemuda pemudi harus memiliki kretifitas yang bernilai positif demi daerah dan bangsa agar menghasilkan suatu negara yang bernilai”.
Bagaimana pendapat siswa/I MA Al-Ihya Tentang Beliau ???? Let’s Check List out
Saedi (XII IPA Q) : guru yang bisa membawa etika untuk kebersamaan kepada anak muridnya atau pun sama orang yang diajarinya dalam waktu mengajar dia sangat santai dan okee..
Rohmah (XI IIS) : pak udin itu seorang guru yang bijaksana selalu member motivasi yang bisa membangkitkan semangat para muridnya dan beliau bagi saya itu seorang tauladan yang baik
A asrori (XI IIS) : pak udin itu orangnya baik, ramah, selalu memberikan inspirasi ketika ia menjelaskan sebuah pelajaran itu enak didengar dan dapat dipahami dan ia juga selalu memberikan motifasi atau solusi kepada siswa/i
Zulfah (X MIA) : kalau diajar sama pak udin serius, santai dan menyenangkan
Tia Aprilia (X MIA) : diajar sama pak Udin itu enak, enjoy, pelan tapi pasti dan dapat dimengerti
Nita Handayani (XII IIS) : baik, kalau ada yang tidur di biarin aja.. terus tepat waktu
Mega M.H (XII IIS): bapak itu orangnya baik tegas tapi aja cerewet kalau lagi ngejelasin muridnya harus focus gak boleh becanda
            Hm… eksplanasi MALIKA udah selesai tentang pak Udin sampai jumpa dan wassalam… 

    

Guru Kita



Reporter : Rozy Malik, Teja N Malik
Redaktur : Mu’tas Malik
Editor    : Swazika Malik

Mencoba Untuk
Tidak Merugikan Orang Lain
         
Hai sahabat MALIKA yang budiman, jumpa lagi bareng kita di edisi ke-lima, semoga di edisi yang ke 5 ini bisa lebih menghibur hati sahabat MALIKA yaa. Aamiin….. Langsung aja yak…
--------- Kalau dilihat dari mottonya, kayaknya siapa hayo???.....

Yups beliau adalah guru kita di bidang geografi dengan nama lengkap: Bapak. Wahid Sidik, S.Ip Yang lahir di Pandeglang pada tanggal 17 maret 1969, dan tinggal di Kaduronyok RT 04/RW 02. Ntar kapan-kapan kita mampir yak hehehee…… sesuai dengan namanya “Wahid” beliau adalah anak pertama dari 9 bersaudara. Meskipun ada 1 orang adiknya yang sudah meninggal dunia.
Beliau menikah dengan istri tercintanya pada tahun 1997 dan dikaruniai 3 orang anak, 1 pangeran tampan yaitu


Fasya Yakarima




dan 2 putri yang cantik yaitu:
Qinsansa Billia
& Siwan Tihwa

Kembali ke riwayat pendidikannya. Beliau menempuh pelajaran pertama di bangku SDN Kaduronyok 1, kemudian ke jenjang SLTP di SMPN 1 Menes dan SMA 2 pandeglang. Setelah itu beliau melanjutkan ke perguruan tinggi di Universitas Daar El Ulum, Jombang.
Ternyata beliau juga mempunyai hobi yang sama loh dengan sahabat MALIKA yaitu sepak bola & musik. Salah satu musik kesukaannya adalah slow rock yang booming pada zamannya. Beliau juga pernah meraih juara ke 2 sepak bola antar kampung, waah hebat bener bapak kita ini….Selain itu beliau juga punya mafaf & mifaf loh yaitu sayur sop, ayam goreng, air putih, eeh air bening dan kopi J
Semasa Kuliah, beliau juga ikut serta dalam organisasi PMII (pergerakan mahasiswa islam Indonesia). Kegiatan beliau di PMII itu banyak sekali diantaranya pernah terjun menjadi relawan sebagai guru ngaji di perumahan Jombang dan masa yang paling berkesan saat itu ialah berkumpul dengan teman-teman. Selain menjalani aktivitasnya  sebagai mahasiswa beliau juga disibukkan dengan aktivitasnya di pondok Tebu Ireng. (Ooh jadi bapak ini kuliah sambil mondok….) Terus bagaimana bapak menyikapi kesibukannya?? “jalani kehidupan dengan tidak terlalu ambisius dalam hal apaun, kita juga tidak harus pesimis dan harus tetap optimis, jalani saja apa yang Allah berikan”
          Bapak Wahid Sidik terinspirasi oleh seorang figuran Moh. Hatta (Bung Hatta) karena beliau adalah sosok pejuang yang sukarela membangun generasi bangsa dengan tanpa mengharapkan pamrih dan selalu ikhlas. Selain Bung Hatta, beliau juga paling terinspirasi oleh guru kita yaitu Aki Haji.
          Beliau mondok di Tebu Ireng selama 6 tahun, dan yang menjadi keunikan Tebu Ireng yaitu terdapat banyak Kyai dalam satu pondok yang berasal dari beberapa daerah, diantaranya KH. Samsuri (Cirebon), KH. Ishak (Surabaya), KH. Musta’in, KH. Isom ( cucu dari tuan Syekh Hasyim As’ary) Gus irfan, dan masih banyak lagi para Kyai yang belum sempat Crew MALIKA tanyakan kepada beliau.
          Perjuangannya adalah orang tuanya. Karena orangtuanya berasal dari kaduronyok, beliau juga lahir di kaduronyok, tumbuh, nakal, pintar, sukses, bahkan tua di kaduronyok -- “Dari kaduronyok untuk kaduronyok”--. Apa yang kita lakukan sekarang ini bukan untuk tumpuan di masa depan tapi prosesnya yang harus kita jadikan tumpuan.
          Eits hampir aja lupa, beliau juga menitipkan pesan loh buat murid-murid MA AL-IHYA yang tampan-tampan, cantik-cantik nan cerdas-cerdas. Beliau bilang “jadi orang itu harus punya prinsip hidup, belajar yang baik, manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin, dan jangan lupa berdo’a”.   Nah itulah tadi riwayat singkat seputar guru kita, semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga pula kita bisa menjalankan pesan-pesan dari guru kita
Ridwan ismail : “mudah dimengerti jelas, bijaksana, kocak, lucu, dan disiplin..”
Jefri andriana : “orangnya itu asyik, baik, kalau nerangin itu pasti paham, gitulah orangnya serulah…”
Mifta mimah : “ pak wahid itu orangnya baik, murah senyum, dan bisa membimbing siswa/I nya…”
Mutia inka : “pak wahid itu jenius, mudah di mengerti, baik hati, ramah, dan murah senyum”
Dian : “beliau itu orangnya bijaksana serba bisa, humoris, pokoknya asyik deh”
Rizqi naufal : “menurut saya pak wahid orangnya menyenangkan, baik humoris dan yang saya takjub ketika beliau mengajar yaitu Cuma memakai HP”
Fikri maulana : “menurut saya pak wahid adalah seseorang yang bijaksana kreatif orangnya humoris dan juga menurut saya pak wahid itu sosok seorang motivator dalam hidup saya”.
Muhammad rizki : “orangnya baik, pintar, asyik, nyaman ketika belajar, enak diajak becandanya selalu sabar menangani murid yang sabar”

Senin, 18 September 2017

“Jangan Lepas Napsu Dan Jaangan Pelihara Malas, Tingkatkan Nilai Keimanan Dan Ketakwaan, Dan Jangan Lupa Shalat-Shalat-Shalat.”



Pesan manis dari: Bapak Rubidiali S.E
Reporter : Teja N Malik, Redaktur : Hardianti Malik, Editor : Swazika J Malik
Bapak Rubidiali,atu biasa dipanggil pak Ili  lahir di Pandeglang pada tannggal 14 Februari tahun 1967. Ia adalah salh satu pengajar di Yayasan Pondok Pesantren Lingkungan Hidup Al-Ihya dalam pelajaran Ekonomi dan Geografi. Beliau pernah besekolah di SDN Kaduronyok 1, melanjutkan penddikan Di SMAN 1 Pandeglang dan terakhir ia menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi UNMA yaitu jurusan Ekonomi dan Managemen.


Di masa sekolah, pak Ili adalah siswa yang berprrestasi, ia selalu mendapat rangking dikelasnya. Termasuk pada masa SMA ia pernah melakukan study banding di SMA 1 jogja pada tahun 1984 ia juga mengaku pernah menjadi ketua Osis di SMA tersebut. Begitu juga pada masa SMP  , beliau cukup aktif dalam organisasi Osis dan pramuka.
Tidak banyak orang tahu, sebelum menjadi pak Ili yang sekarang, ternyata ia pernah mengalami masa masa suram, dan prjalanan hidupnya tak semulus yang dibayangkan. Bapak Rubidiali hanya seorang anak dari seorang petani biasa dari golongan bawah. Ketika menempuh pendidikan sekolah dasar ia mengku pernah merasakan berjalan tanpa menggunakan sepatu. Bahkan dimasa SMP ia harus  berjalan sejauh 7 KM untuk sampai di sekolah, yaitu dari Kaduronyok ke Menes. Setiap hari ia harus pergi pagi pagi sekal, bahkan saat matahari belum terbit. Memang saat itu belum ada sekolah SMP maupun SMA didaerah Kaduronyok.
Selain jarak sekolah yang jauh, riintangan dalam menempuh pendidikan juga dirasakan dari masalah ekonomi. Namun,karena kesabaran dan keuletannaya, ia berhasil membuktikan bahwaekonomi tidak menentukan nasib seseotrang di masa depan.
Beberapa prestasi dan pencapaiannya selama ini yaitu pernah bekerja di 6 peusahaan lokla dan 1 perusaaan luar negeri yaitu Korea Selatan. Pak Ili juga pernah menjabat sebagai kepala desa kaduronyok dan saat ini ia mengabdi di Yayasan Pondok Pesantren Lingkungan Hidup Al-Ihya.
Menjadi seorang pengajar menjadi kesan tersendiri untuknya,hal yang paling berkesan adalah bisa menyampaikan satu ayat, satu ilmu itulah yang paling berharga.
Dengan motto hidupnya yaitu “jangan cepat menyerah, selama Allah memberikan nafas”.
Ia juga memberikan beberapa tips dan pesan untuk siswa siswi Al-Ihya .
Tips menjadi orang sukses : “Perbanyaklah membaca buku karena dapat menambah wawasan dan merubah dari yang tidak tahu menjadi tahu”
Berikut Pendapat para Siswa/I & Alumni tentang Beliau:
Kak Fauzi (Alumnus) : menurut saya beliau itu guru yang paling tegas, dekat dengan siswa/siswi maupun alumnus yang ada, beliau juga memotovasi saya untuk menjadi tegas dan disiplin.                          
Dian .R(X1 MIA): Menurut saya, beliau itu orangnya baik,  on time ketika ada  jadwal mengajar, tegas,  pokoknya serba bisa/mutitalent,dan selalu ikut serta dlm organisasi  kemasyarakatan .
Deviani Ade putrid(X1 IIS): disiplin dalam waktu, dan orangnya baik.
Sohibul Sohib: orangnya baik, tepat waktu dalam belajarnya, memberikan contoh yang baik.
Saepudin (X1 IIS) : Enak di ajarnya.
Siti Jauzah (X11 IIS): Baik, disiplin, tegas, ramah, dan peduli sama kita.
Dahlia(X11IIS): Baik, tegas, paling gak suka sama namanya tidak disiplin.
Rian Ferdiansyah: Tegas, disiplin, bijaksana, sering ngasih motivasi, &memberikan semangat
Imas Masfufah(X11 IIS): beliau itu disiplin, tegas, selalu member motivasi kepada siswa/siswi.
Ulfatul Lisna (XII IIS): disiplin, komitmen, guru faforitku, tepat waktu, pemberi solusi kepada muridnya.
Hilma (X1 MIA): Beliau itu baik, selalu menerapkan kedisiplinan, tegas, serius & berkomitmen.
Vinda : orangnya disiplin, kreatif, tegas, bijaksana , mudah bergaul.
Demikian pembahasan kita tentang Bapak Rubidiali, S.E, semoga bermanfaat. J

INFO Terbaru

INFO Terbaru
"The Best Writer Of The Month" Edisi September

INFO Khusus

INFO Khusus
Karena terbentur dengan kegiatan UAS dan libur sekolah, pendaftaran anggota baru dibuka pada tanggal 01 November - akhir Desember 2017