gadget

EDISI

EDISI 1 (12) EDISI 2 (11) EDISI 3 (14) EDISI 4 (10) EDISI 5 (9) EDISI 6 (9) IKLAN (4) INFO (5) RESENSI (6) Salam Redaksi (7)
Tampilkan postingan dengan label Jejak Alumni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Alumni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

selalu hormati gurumu

"Gadgetmu Boleh Pintar Tapi Otakmu Harus Lebih PintarSelalu Hormati Gurumu,Jangan Lupa Baca Buku
Repoprter : Hilma Zazlena Malik
Redaktur : Khibrecha Malik
Editor : Swajika J Malik
Assalamu’alaikum
Hallo every body…
            Alhamdulillah yah Malika masih bisa terus eksis aja walaupun sudah menginjak edisi 6. Maaf yah kalau crew Malika punya salah (yang pastinya ada) sama kalian semuanya……
            Jika madding terbit pasti Jejak Alumnipun  selalu di terbitkan dan sekarang JA kita adalah kang Asep Iskandar, pertama kali ia melihat dunia ini di Pandeglang pada tanggal 21 mei 1994 yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Statusnya belum menikah guys, cihuyy.... Asik masih bisa, hehehe. Alamatnya di Kp. Sampalan Waru.
            Kang Asep ini menjalani riwayat pendidikannya dimulai di SDN Kaduronyok 1 (lulus 2006) nekxt MTS AL-IHYA Kaduronyok  (lulus tahun 2009) and junior high school in MA AL-IHYA Kaduronyok  (lulus tahun 2012) dan masuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
            Pengalaman berorganisasi semasa di MTS dan MA ia pernah menjadi wakil dan ketua OSIS dan semasa ia kuliah ia juga menjadi Hima Muamalah (ketua bidang LITBANG) keluarga mahasisiwa banten bandung (ketua umum), perguruan pusaka saputra paku Banten (PS-PSPB) UIN Bandung (KABIO HUMAS). Walaupun sekarang beliau extra aktif di kuliah, kang Asep juga ikut lembaga sosial yang sangat mulia yaitu yatim mandiri sebagai relawan.
      
      Inspirasi terbesar si akang ini karena selalu ingat dengan satu nasehat dari orang tua “cukup bapak jeung emak bae nu bodo anakmah kudu pinter” kata-kata itu yang selalu dijadikan pecut ketika ia sedang malas untuk terus belajar. Orang yang tidak pernah bosan menasehati, mengingatkan, mengambleng dan mendoakannya “kedua orang tua”. Mereka itulah inspirasi terbesar baginya, semoga mereka senantiasa berada dalam lindungannya Amin…..
            Kang Asep yang merupakan kakak dari Didah El-Fauzi Malik (Pimred MALIKA Press) ini, punya tips untuk siswa/I MA AL-IHYA. “Bacalah lalu tulis apa yang kita baca lalu diskusikan apa yang kita baca dan tulis”. And message to all siswa/I “Al-ihya bukanlah hanya lembaga pendidikan yang mengajarkan banyak hal, Namun lebih dari itu, kekeluargaan dan kebersamaan ada didalamnya. Maka berproseslah dengan baik dan jadilah siswa/I yang baik atau tidak sama sekali, selalu hormati gurumu, jangan lupa baca buku gadgetmu boleh pintar tapi otakmu harus lebih pintar”.
            Huuh…. Padat banget yah kegiatannya tapi akang Asep ini selalu semangat dan pantang menyerah ya….. itu salah satu sikap yang harus kita contoh…
            Semoga informasi tadi bisa jadi motifasi dan menambah wawasan…
Terima kasih……….   daah……….   hehe

Jihad, Ijtihad Mujahadah !!!!

Sudah banyak MA AL-IHYA meluluskan siswa-siswi terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kini kami kembali menguak sebuah kisah dari salah satu lulusan terbaik yaitu Pak Dede Kurniawan S.H .M.H. beliau lahir pada tanggal 10 Desember 1986. Statusnya sekarang belum menikah, jadi masih bisa pada daftar ya… hehehe… sekarang beliau tinggal di Tamer (Tanahmerah).
Aktivitas beliau sehari-hari yaitu mengajar di SMK Al-Ihya kaduronyok dan sebagai pengacara, bukan hanya itu, dia juga jadi asisten dosen menjadi BKO.
Seseorang tentu mempunyai riwayat pendidikan yang bebeda dan unik untuk menggapai semua cita-cita dan harapan-harapannya. Pak Dede ini juga mempunyai riwayat pendidikan yang unik sekaligus mengharukan.
Awal masuk kesekolah dasar beliau masuk ke SD Kadu paeh dan lulus tahun 2000 dan lanjut ke MTS AL-IHYA kaduronyok lulus tahun 2003 dan ketika beliau ingin melanjutkan pendidikannya dia malah harus berhenti dikarenakan bapak beliau meninggal karena itu dia harus menghidupi keluarganya/menjadi tulang punggung keluarganya dan dia berhenti sekolah selama 4 tahun.
          Semasa ia bekerja dia pergi ke kota bandung dan bekerja sebagai pedagang bakso selama 1 tahun. Perjuangan beliau masih amat sangat banyak, saking terbelitnya perekonomian yang rendah beliau bisa menahan lapar selama 3 hari.
          Tidak patah semangat beliau melanjutkan pendidikannya ke jenjang SLTA di MA AL-IHYA kaduronyok dan ketika beliau masuk kalas 2 beliau sudah berumur 24 tahun. Beliau tak pernah malu dan minder dengan keadaannya, dia selalu aktif dalam organisasi osis bahkan beliau menjadi wakil ketua osis dan dalam kepramukaan.
          Beliau terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dia melanjutkan pendidikkan tingginya di UNMA Banten dan pernah menjabat sebagai ketua BEM Fakultas Hukum, kemudian sebagai Presma (Presiden Mahasiswa) di BEM Universitas dan menyandang gelar SI. Kemudian beliau melanjutkan S2 di UNTIRTA mengambil jurusan hukum.
          Pak Dede ini selalu bersemangat karena dia terinspirasi oleh prof. DR Mahmus S.H. M.H, Prof Dr. Jimly Asshidlhriye, Prof, Dr. Yusril Ihza Mahendra S.H. M.So, dan terutama Aki Haji sebagai motivator sekaligus sosok yang sudah ia anggap seperti orang tua nya sendiri.
Aki Haji merupakan sosok yang paling berperan penting dalam kesuksesan beliau, sebagai tujuan hidupnya beliau mempunyai motto yaitu “menjaga nilai lama yang baik dan menggali nilai baru yang lebih baik”. Pesan untuk anak-anak AL-IHYA : “bersungguh-sungguh dengan cara mengkolaborasikan antara fisik (jihad), ilmu pengetahuan (ijtihad) dan perasaan/keyakinan Qollbu (mujahadah).
          Beliau adalah sosok jiwa yang hebat dan memiliki semangat yang bergejolak yang tidak pernah padam. Tidak lebih dan tidak kurang hanya itu yang kami tahu dan kami cari tahu, masih banyak kisah-kisah jejak alumni yang pasti menarik.
Tunggu kami di edisi berikutnya
Reporter :Rozi Malik, Novy Z Malik,
Redaktur :Khibrecha Malik
Editor    : Swazika J Malik

Senin, 18 September 2017

Jejak-jejak Petualangan dalam Upaya Memutuskan Mata Rantai Kemiskinan



 “Pesan Manis Sang Alumnus MA Al-Ihya Kaduronyok"


Bapak Bai Suhami, M.
Di Edisi kemarin, kita mengenalkan salah satu alumnus MA Al-Ihya angkatan pertama yaitu Bpk. Sarif Hidayatullah, S.Pd.I. Kali ini ada Seorang guru yang unik dan ganteng beliau bernama Bpk. Bai Suhami, atau sering di sebut dengan Pak babay, beliau lahir di Kaduronyok, Pandeglang 09 April 1977. Beliau anak ke 2 dari 4 bersaudara. Pendidikan pertamanya yaitu SDN Kaduronyok 2 (talun) pada tahun 90 an dan masuk MTS AL-IHYA pada tahun 1996 kemudian melanjtkan ke MA AL-IHYA PADA TAHUN 1999. Semasa beliau bersekolah di MTs dan MA Al-Ihya, beliau aktif di organisasi siswa / OSIS dan kegiatan yang paling mengesankan semasa beliau bersekolah di MA Al Ihya yaitu pramuka karena pramuka mendidik kita untuk mandiri dan kompresif, pembentukan karakter dan dipramuka juga diajarkan untuk berani. Inspirasi / prinsip dalam hidup Pak Babay yaitu “memutuskan mata rantai kemiskinan” sehingga tidak ada lagi hambatan dalam perkembangan masyarakat menuju kemajuan bangsa.
Sosok yang sangat menginspirasi beliau hingga saat ini ialah Mahaguru kita yaitu Aki haji sebagai referensi ilmu/hikmah dan sebagai figure dalam hidupnya. Setelah lulus dari MA Al-Ihya beliau melanjutkan kuliah di UNMA.
          Sebelum memasuki dunia sekolah, beliau pernah mendapatkan surat CINTA dari seorang wanita (Cieeee). Pada saat itu beliau tidak tahu apalagi mengerti tentang maksud dari surat tersebut yang betuliskan “DON’T FORGET ME DARLING”. Naah, dari situ lah beliau makin bersemangat untuk belajar Bahasa inggris, terutama alasannya untuk mengetahui apa arti tulisan dalam surat tersebut.
          Setelah menyelesaikan S1 nya, beliau melanjutkan kuliah S2 nya di Universitas GANESA yang berada di daerah ciputat, tangerang selatan pada jurusan Kosentrasi Sumber Daya Manusia pada tahun 2010 dan diwisuda pada tahun 2014. Saat ini beliau diamanhi tanggungjawab sebagai Kepala SMK AL-IHYA kaduronyok. Selain itu juga beliau aktif mengajar di Universitas Mathla’ul Anwa (UNMA) Banten sebagai dosen. Pesan dari Bpk. Bai Suhami untuk kita semua yaitu :
“…Gunakan Waktu sebaik-baiknya


dan Jangan Lupa Melakukan Shalat Malam”.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa shalat malam itu sangat besar fadhilahnya dan luarbiasa manfaatnya. Yuk… sahabat MALIKA ..kita kentalkan lagi shalat malamnya ..okeeehhhh !!!!

Rabu, 06 September 2017

Jadikanlah Pengalaman Hidup Sebagai Acuan Belajar Untuk Menunjang Masa Depan yang Lebih Indah -Motto Sang Alumnus-


”Gejolak Pengabdian ikhlas Sang Alumnus Al-Ihya”
Sahabat MALIKA, Kami kembali lagi dengan sejuta informasi-informasi seru dan menarik. jika minggu lalu alumninya kak Fauzi, sekarang ini kita akan memperkenalkan salah seorang alumni pertama dari MA Al-Ihya Kaduronyok ini yang selalu setia mengabdi disini.. penasaran siapa Beliau ???? Let’s Check List Out …
MALIKA Photograph
 
Beliau adalah guru Bahasa Arab di kelas X MA Al-Ihya ini, yaitu Bapak. Sarif Hidayatullah, S.Pd.I. lahir di Kaduronyok pada tanggal 30 April 1980 dari pernikahan bapak …. Dan Ibu …. . Tidak seperti kebanyakan remaja di era modern ini, masa remajanya dihabiskan dengan kegiatan yang bermanfaat seperti menimba ilmu di ­bale rombeng –istilah kaduronyok- atau pesantren salafi yang dibinialangsung oleh Bpk. KH. Jaenudin. Seperti yang kita tahu guys, kini beliau sudah berkeluarga. Jadi, buat kamu-kamu yang berminat pendaftaran sebagai Caltri nya sudah ditutup ya hehehe, karena beliau sudah memiliki seorang isteri yang luarbiasa yang bisa menemani & mendukung perjuangannya. Beliau menempuh pendidikan pertamanya di SDN kaduronyok 1 yang Pada waktu itu di kepalai oleh Alm. Bapak Didi. Beliau lulus pada tahun 1993, dan melanjutkan pendidikannya di MTS AL-IHYA kaduronyok yang merupakan angkatan pertama guys, dibawah bimbingan Bapak Entong Jubaedil Muksin. Setelah lulus dari MTS Al-Ihya pada tahun 1996, Beliau melanjutkan menuntut ilmunya di pondok pesantren KH. Jaenudin, sekitar 2 tahun. Pada tahun 1998, beliau melanjutkan pendidikan tingkat SLTA nya di MA Al-Ihya dan lulus tahun 2001. Pada saat itu masih di kepalai oleh Bapak Dayat Hidayat S.Ag.

Setelah menyelesaikan pendidikannya,  Beliau merantau ke kota Tangerang dan bekerja disana. Empat tahun kemudian Beliau kembali ke kampung kelahirannya sekaligus Desa kebanggaannya yaitu Desa Kaduronyok dan mengabdi di MDA/MDTA AL-IHYA dan pada tahun 2006 beliau melanjutkan ke Pendidikan Tinggi di STAI kh serang yang bercabang di Menes pada jurusan PGSD dan lulus D2 tahun 2008. Dengan modal bakat dan pengalaman belajar yang peroleh dari pesantren dan sekolah formal, di tahun 2010 beliau ditugaskan/diamanahi untuk mengajar Bahasa Arab di AL-IHYA dan pada tahun 2015 di panggil sebagai guru sertifikasi yang bertempat di Pantai Carita. Beliau kembali mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi (S1) di STAI Babunnajah. Semasa kuliah, beliau juga aktif di salah satu organisasi ekstra kampus yaitu PMII sebagai pedamping / motivator.



 
Setelah lika-liku perjalanan hidup yang cukup panjang, Sekarang ini, sejak beberapa tahun yang lalu, beliau masih menduduki jabatan sebagai Kepala MDTA AL-IHYA dan sebagai guru bahasa Arab sekaligus staf di MA Al-Ihya. Pada saat wawancara, Beliau memberikan beberapa pesan untuk kita semua yaitu: “jangan lupakan belajar, karna kesuksesan dapat di raih dengan belajar dan jangan sepelekan hal yang kecil” karena hal besar itu bermula dari hal yang sangat kecil. Jadi intinya kita jangan meremehkan sesuatu hal baik dalam masalah pekerjaan, pelajaran, akhlak, hubungan sosial maupun yang lainnya karena suatu saat kita akan merasakan bagaimana hebatnya pengaruh suatu “pengalaman hidup” itu bagi masa depan kita yang meskipun pengalaman itu sangat kecil seperti menyapa atau menyuguhi saudara kita dengan secangkir teh penuh ketulusan dan rasa menghargai.  
 
Itulah kiranya sedikit cerita tentang jejak alumni MA Al-Ihya kita Bapak Sarif Hidayatullah sekaligus juga guru di MA AL-IHYA ini. Semoga bermanfaat J
SALAM PELAJAR ^^

INFO Terbaru

INFO Terbaru
"The Best Writer Of The Month" Edisi September

INFO Khusus

INFO Khusus
Karena terbentur dengan kegiatan UAS dan libur sekolah, pendaftaran anggota baru dibuka pada tanggal 01 November - akhir Desember 2017