Selasa Sehat, Mewarnai Pagi MA Al-Ihya Kaduronyok
Selasa, 22 agustus 2017. Selain
mengutamakan pendidikan agama dan akhlak, MA AL-IHYA juga tidak melupakan
kesehatan warga sekolah, yang menjadi kebutuhan ssetiap orang. Oleh karenanya,
setiap selasa pagi, siswa dan dewan guru di haruskan mengikuti olahraga bersama.
Tanpa terkecuali. Bapak ASEP RUHIAT bertindak sebagai INSTRUKTUR. Selain untuk
kesehatan, olahraga pagi juga bisa dijadikan ajang melupakan sejenak penatnya belajar
di kelas.
Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang
siswa kelas XI MIA Al-Qur’an. “bagi kami
(kelas Al-Qur’an) yang setiap hari belajar di Legon terpisah dari sebagian
besar siswa/i MAS Al-Ihya yang belajar di gedung atas merasa sangat antusias
dan bahagia dengan diadakannya selasa sehat. Selain bisa memanfaatkan kaos
olahraga yang kita miliki, kita juga bisa bersilaturahmi (berkumpul) dengan
siswa/siswi lainnya”.
Berdasarkan hasil wawancara santai (ngobrol)
dengan beberapa guru dan siswa, Kegiatan selasa sehat yang diagendakan oleh
Wakasek Bid. Kurikulum “Ibu Neneng Sofiyanti, S.E” dan di setujui dengan sangat
antusias oleh Bapak. Kepala Madrasah itu ternyata bukan sekedar memberikan
warna baru bagi keluarga MAS Al-Ihya melainkan juga memberikan manfaat yang
luarbiasa bagi kita semua.
Pihak madrasah sangat mengharapkan para siswa
dan dewan guru lebih semangat lagi mengikuti kegiatan selasa sehat tersebut.
Sansila, Bukan Sekedar Keramaian di Sore Hari
Minggu, 13 Agustus 2017, di hari minggu sore, ada tempat yang menjadi pusat keramaian di kampung Kaduronyok, bukan ramai karena keributan atau hajatan, melainkan “ pengajian “. Ya ! tepatnya di Majelis dzikir SANSILA.
Disetiap hari minggu sore, SANSILA memang
selalu ramai dengan acara pengajiannya. bukan hanya dari dalam desa Kaduronyok
saja , tetapi juga dari luar desa bahkan luar kota. Hal tersebut dapat dilihat
dari beberapa mobil yang berjejer di parkiran majelis dengan plat kendaraan luar
Provinsi BANTEN .
Bagi warga desa kaduronyok, baik yang menetap
atau sekedar tinggal sementara di asrama khususnya keluarga MAS AL-IHYA,
merupakan hal yang sangat –malu- jika tidak ikut serta meramaikan dan menimba
ilmu di majelis SANSILA tersebut. Karena warga yang jauh saja di sela-sela
kesibukannya bisa menyempatkan diri untuk sekedar mengikuti pengajian di hari
minggu dan dzikir di sore hari sampai isya khususnya malam selasa dan jum’at.
Majelis Dzikir SANSILA ternyata bukan sekedar
keramaian di sore hari, melainkan juga ramai dijumpai dimana-mana yaitu kata
“SANSILA” yang stikernya menempel di berbagai tempat dan kendaraan seperti
angkot, bus dan motor baik di wilayah Banten maupun di luar Banten. Jika anda
kebetulan bepergian ke luar daerah, anda akan menyaksikan ramainya stiker
“SANSILA” yang men-syiar-kan tentang indahnya duduk berdzikir dan menimba ilmu
di Desa Kaduronyok ini. Bagaimana tidak? Nama SANSILA yang diambil dari bahasa
sunda Banten yang berarti “san : untuk” dan “sila: duduk” itu
dibangun dengan penuh cinta oleh Ayahanda kita semua yaitu Aki Haji.
Seminggu sebelum HUT RI ke 72 siswa-siswi MA AL-IHYA sudah di sibukan dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang membakar semangat . salah satunya dengan mengikuti perlombaan yang diselenggarakan pihak sekolah. Pihak sekolah memang menyelenggarakan lomba antar kelas yaitu perlombaan LKBB, BOLA VOLY, SEPAK BOLA, CATUR, PIDATO, MAKAN KERUPUK, ESTAFET KELERENG, bahkan lomba membuat TUMPENG.
Siswa berlomba memberikan yang terbaik untuk
kelasnya masing-masing. Seperti yang dikemukakan oleh bapak Opik Ropik, S.Pd.I
pada saat perlombaan LKBB di lapangan sadai siang itu, di lapangan Sadai.
Selain memeriahkan peringatan HUT RI ,
kegiatan ini juga bisa mengasah minat dan bakat siswa dalam bidang-bidang
tertentu. Hadiahnya pun tidak main-main. Sekolah menyediakan hadiah-hadiah
menarik untuk para pemenang. Bahkan ada hadiah tunai untuk juara umum yang
diraih oleh kelas XII MIA-2 dengan perolehan juara terbanyak.
Hati-hati !!! Tampil ala Tante-tante di Sekolah Ternyata Dapat Menyebabkan Penuaan Dini !
Tampil ala
TANTE-TANTE di SEKOLAH, apa pantas ? sebenarnya sah-sah saja, jika kaum wanita
memakai make up di sekolah, tapi perlu kita ketahui terlebih dahulu efek/resiko
karena memakai make up, apalagi jika terlalu menor atau bisa disebut ala
TANTE-TANTE “
Disamping memberikan manfaat yang tidak
seberapa seperti dapat meningkatkan penampilan penggunanya, tidak jarang produk
kosmetik tersebut juga dapat berbahaya bagi kesehatan terutama bagi kita anak
anak muda yang beranjak dewasa. Pada umumnya, kosmetik itu mengandung zat kimia
berbahaya, seperti mercury pada pemutih kulit dan mascara .
dampaknya bagi kesehatan yaitu iritasi kulit dan alergi serta kerusakan saraf.
Kandungan kimia lainnya yaitu TALC pada eye shadow, deodorant dan
lain-lain. Bahaya zat itu dapat menyebabkan KANKER OVARIUM dan TUMOR PARU-PARU.
Selain itu, kosmetik lainnya seperti lipstick,
mengandung timbale yang bisa terkandung dalam viva/paralon yang sangat
beracun pada sistem saraf dan pemicu KANKER. Bahan lain dalam lipstick -atau
sejenisnya- yaitu triklosan yang biasa digunakan untuk mencegah infeksi
BAKTERI. Jika digunakan terus menerus dapat berakibat gagal jantung. Terlepas
dari itu, ternyata masih banyak bahaya bahaya lain, selain dari pemakain
lipstick seperti: munculnya ketergantungan terhadap kosmetik seseorang akan
berfikir ia tidak bisa tampak baik tanpa make up dan mengikis
kepercayaan diri. Yang kedua, sakit kepala disebabkan karena bahan yang
terkandung dalam kosmetik yang terlalu tebal. Ketiga, ketidak suburan pada
wanita. Keempat, penuaan dini, beberapa pelembab dan anti aging dapat
menyebabkan pennuaan dini ( terlihat lebih tua dari umur sebenarnya ) begitu
juga dengan lipstick dan bedak pemutih. Kelima, dapat menyebabkan KANKER dan
penyakit KRONIS lainnya. Keenam, beberapa kosmetik yang mengandung BHA atau barium
sulphate dan alumunium, terutama pada lipstick yang sering
tertelan secara tidak sengaja. Ketujuh, berbahaya pada mata, biasanya disebabkan
pada eye shadow, eye liner dan mascara, yang mengandung
bakteri pseudomonas aeruginosa yang dapat menyebabkan kebutaan apabila
masuk ke mata, dan kerontokan pada bulu mata. Kedelapan, penyakit kulit.
Menggunakan kosmetik untuk merawat atau
menjaga kesehatan tentu sangat dianjurkan, namun batasi juga frekuensinya
(sederhana saja yang penting sehat) dan harus lebih selektif dalam memilih
kosmetik yang aman digunakan. Jangan sampai kita menjual kesehatan kita demi
penampilan yang tidak seberapa dan bersifat sementara atau demi secuil pujian
yang belum tentu didapatkan dengan berpenampilan menor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar