gadget

EDISI

EDISI 1 (12) EDISI 2 (11) EDISI 3 (14) EDISI 4 (10) EDISI 5 (9) EDISI 6 (9) IKLAN (4) INFO (5) RESENSI (6) Salam Redaksi (7)

Selasa, 22 Agustus 2017

Edisi (1) Senin, 14 Agustus 2017




Kebiasaan tadarus sebelum memulai pembelajaran ternyata memberikan efek yang luar biasa
Rabu, 09 agustus 2017. Kebiasaan tadarus setiap menjelang pembelajaran di MA Al-Ihya yang rutin dilaksanakan setiap hari rabu, kamis, sabtu dan minggu pada pukul 07.00 sampai pukul 07.20 bukan hal baru di MA Al-Ihya karena pada tahun pelajaran sebelumnya juga pernah dilaksanakan rutinitas tersebut. Namun, lain halnya bagi siswa siswi baru MA Al-Ihya mulai dari kelas X-Mia 1 sampai X-Mia 3 dan X-IIS. Kebiasan tadarus itu merupakan hal baru yang memberikan suntikan energi luarbiasa bagi mereka. Kebiasaan membaca surah Yaasin di hari rabu, surah Arrahman dan Al Waqi’ah di hari kamis, surah Al-Mulk di hari sabtu dan juz ‘amma di hari Ahad menjadikan hari-hari peserta didik baru memiliki makna yang hebat. Seolah-olah energi semangat  para siswa di charger sampai full 100%, itu luarbiasa. Seperti yang dikemukakan oleh Ina Munziana, siswi kelas X Mia-3 itu, katanya “...membaca al Qur’an setiap sebelum belajar adalah program yang bagus. Bahkan sangat tepat sekali apalagi bagi anak-anak remaja, bagus untuk otak karena Allah yang memberikan kelancaran”.
Selain bagi siswa-siswi baru, kegiatan tadarus itu juga memberikan manfaat luar biasa bagi siswa-siswi senior. Menurut mereka, kebiasaan tadarus sebelum belajar itu sangat menyenangkan dan dapat menumbuhkan semangat.
Tidak hanya siswa-siswi, guru-guru juga merasakan banyak manfaat dari kegiatan tadarus tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh St. Nahriah A, guru mata pelajaran Matematika di Kelas XII “...kegiatan tadarus bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga sangat bermakna bagi guru. Karena dengan membiasakan tadarus di pagi hari dapat membuat otak menjadi fresh dan tenang serta melancarkan fungsi otak. Dengan tadarus, otak terasa lebih cerdas, hehehe”. Katanya dengan nada semangat 45.
MA Al-Ihya bertabur Beasiswa
Ahad, 06 Agustus 2017. Beberapa siswa kelas X berkumpul di depan ruangan kepala Madrasah. Crew MALIKA melihat sekilas beberapa siswa yang sibuk komat-kamit entah membacakan apa. Karena rasa penasaran kami menghampiri seorang siswa dan bertanya tentang alasan mereka berkumpul di depan ruangan tersebut. Salah seorang siswa menjawab bahwa mereka hendak setoran hafalan juz’amma kepada bapak kepala madrasah. Lebih jelasnya, MA Al-Ihya saat ini membuka peluang besar bagi siswa siswi nya yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu untuk melejitkan prestasi mereka melalui program beasiswa. Program beasiswa yang pertama ialah beasiswa prestasi bagi siswa siswi kelas X sampai kelas XII yang mendapatkan peringkat 1 sampai 5 besar dan yang kedua ialah beasiswa tahfidz bagi siswa-siswi yang hafidz juz’amma dengan fasih. Program beasiswa itu disambut girang oleh para orangtua/ wali murid, seperti dikutip dari komentar -Ibu- salah satu wali murid yang mengikuti rapat wali murid siswa baru pada beberapa hariyang lalu. Tidak hanya orangtua, beberapa siswa telah berhasil meraih beasiswa tahfidz diantaranya M. Hayani Al Aziz (XI MIA-1), M. Syafei (X MIA-1) dan M. Ali Hasan Zein (X MIA-1). Selain mereka, masih banyak lagi siswa-siswi yang saat ini tengah berupaya menghafal juz ‘amma yang meskipun belum siap setoran hafalan atau belum hafal seratus persen tapi semangat mereka begitu besar dan membara.
Tidak sebatas itu. Selain program beasiswa, MA Al-Ihya juga memberi keringanan bagi siswa-siswi kurang mampu dalam segi ekonomi dan atau yatim dengan tidak dikenakan biaya Daftar ulang setiap tahun.

Syekh Asnawi Caringin



“Ulama & Pejuang Kemerdekaan.. asal Pandeglang”
           Saat musim liburan Or  weekend, paling asyik jalan-jalan, aplagi bareng keluarga tercinta. Jalan-Jalan yang enak kemana ya???
Wah,ternyata semua serempak menjawab “pantai”. ya!! Memang pantai masih menjadi pilihan banyak orang  ketika berlibur. Pantai terdekat dari daerah kita ini yaitu pantai carita, betul?? Nah, didekat lokasi pantai carita terdapat tempat ziarah yang biasa ramai  didatangi pengunjung.
Apa salahnya ketika berkunjung ke pantai carita, kita sekalian berziaarah ke makam syekh Asnawi Caringin yaitu bertempat di caringin, kecamatan Labuan-Pandeglang-Banten.
            Pengunjung yang datang tidak hanya dari daerah banten, tetapi juga dari luar propvinsi Banten. Mungkin kalian bingung ??? kenapa sih banyak yang Ziarah kesana??, siapa sih syekh Asnawi itu?? Apa sih ysng spesial dari beliau??
            Kata  Caringin diambil dari kata beringin yang berarti pohon teduh yang rindang. Nama ini diambil karena sosok syekh Asnawi yang telah mengayomi masyarakat yang dianalogikan sebagai pohon beringin.
             Syekh Asnawi lahir di kampung caringin sekitar tahun 1850 M, keturunan Abdurahman dan Ratu sabiah, dan merupakan keturunan ke-17 dari Sultan agung Mataram atau Raden Fatah. Di usia 9 tahun, ia dikirim ayahnya ke Mekkah untuk menimba agama islam,aia belajar dengan ulama Banten yang termasyhur yaitu syekh Nawawi Tanara Albantani.
             Sekembalinya dari Mekkah, ia mulai berdakwah ke berbagai daerah. Karena ketinggian ilmu nya, Beliau mulai ramai dikenal orang banyak dan menjadi panutan masyarakat Banten. karena pada sat itu Indonesia masih dikuasai panjajah, syekh Asnawi banyak menerima ancaman dari pihak pihak yang merasa terusik.
Banten yang terkenal dengan jawara-jawara dan ilmu kanuragan nya bisa ditaklukan oleh syekh Asnawi. Beliau adalah ulama dan jawara yang sangat disegani oleh penjajah Belanda. Dalam dakwahhya, K.H. Asnawi  juga mengobarkan semangat nasionalisme anti penjajah kepada masyarakat. Oleh karena itulah ia diasingkan ke Cianjur selama kurang lebih 1 tahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan kepada Hindia Belanda. Namun apa yang dilakukan syekh Asnawi banyak didukung penuh oleh rakyat dan para ulama, terutama  para bangsawan dan   jawara-jawara.
             Syekh Asnawi berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Pasca pembacaan Teks Proklamasi, 17 Agustus 1945 yang diperjuangkan Oleh para ulama, santri dan masyarakat, Belanda pada saat itu masih tidak mengakui kemerdekaan Negara Indonesia sehingga mereka melakukan berbagai upaya untuk tetap menjajah Negara Indonesia. Kemudian para Ulama dengan semangat jihad-nya melakukan gerakan protes sosial yang akhirnya dengan campurtangan pemerintah kolonial Belanda tersebut sejarah mencatat gerakan mereka sebagai gerakan komunis atau pemberontakan sehingga  hal tersebut dijadikan alasan penangkapan dan pembuangan para ulama Banten yang jaraknya dekat dari Batavia termasuk Syekh Asnawi Caringin pada tahun 1926 (Arnold C. Backman dalam Suryanegara A. Mansur: 508).
            Selama dipengasingan, Syekh Asnawi tetap mengajarkan Al-Qur’an dan tarekat kepada masyarakat sekitar. Setelah dirasa cukup aman, ia kembali ke kampung halamannya di Caringin dan mendirikan madrasah Masyarikul Anwar serta masjid Salafiyiah Caringin (1884) yang ditandai oleh denah 4 persegi panjang. Pada keempat sisinya terdapat serambi. Arsitektur mesjid dipengaruhi oleh unsur arsitektur lokal. Telihat dari bentuk atapnya dan ditopang oleh arsitekur asing,terlihat pada bentuk jendela dan pintu dalm dengan ukuran relative besar juga pilar pilar yang mengelilingi mesjid.
            Menurut cerita bahwa kayu mesjid berasal dari kayu Kalimantan yang dibawa oleh syekh Asnawi dan konon dahulu pohon tersebut tidak bisa ditebang. Walaupun bisa ditebang pohon tersebut akan tumbuh kembali beberapa saat kemudian. Tapi berkat do’a syekh Asnawi akhirnya pohon tersebut dapat ditebang yang kemudian dibawanya ke caringin untuk dibangun mesjid. Wallahu a’lam.
            Syekh Asnawi berpulang ke rahmatullah pada tahun 1937 dan dimakamkan di masjid salfiah Caringin. Hingga kini masjid tersebut tidak pernah sepi peziarah  baik dari dalam daerah Bantan maupun dari luar banten di seluruh wilayah tanah air. Meskipun jasadnya kini sudah terbenam di dalam tanah, namun banyak orang yang mencintai dan mengunjunginya. Karena banyak yang mengunjungi itu lah meskipun Beliau telah wafat namun karena ilmu dan iman nya, daerah tempat tinggalnya tetap dilimpahi rahmat dan rezeki oleh Allah SWT seperti perekonomian penduduk (penjual oleh-oleh), wisata religi dan lain sebagainya.
            Itu lah sekilas gambaran tentang Tokoh Islam di Pandeglang yang diambil dari berbagai sumber dengan sangat hati-hati. Mengingat bahwa saat ini banyak sekali informasi-informasi yang  sengaja dipublikasikan untuk menyudutkan agama Islam serta tokoh-tokohnya, oleh karena itu kita harus sangat hati-hati dalam mengambil informasi J jangan sampai aqidah kita terkikis oleh jajahan kaum kafir yang sengaja disalurkan melalui banyak media.
            Wallahu a’lamu bish Shawwab..

Ahmad Fauzi



Hai guys....
Di Rubrik Jejak Alumni ini MALIKA punya cerita tentang alumni MA Al-Ihya yang sukses di luaran sana, selain berprestasi di sekolah, yang satu ini juga sukses di luar sekolah. Artinya, dia sukses di organisasi organisasi masyarakat dan fakultasnya.
Penasarankah siapa dia....?????????
Kasih tahu gak yah....????? hehehehe       .....kasih tahu aja deh ..noh------
Pria misterius ini bernama AHMAD FAUZI, dia lahir pada tanggal 21 februari 1996 dan berasal dari Kota kecil bernama “tangerang” ..
Dia menempuh pendidikan pertamanya di SDN SERDANG KULON 4, kemudian lanjut ke SMP MANDIRI. Masih di daerah  serdang kulon tu guys, and dia melanjutkan pendidikannya lumayan agak jauh sih..... yaitu di MA AL-IHYA KADURONYOK hehee.... dia lulus pada tahun 2014 dan ekarang dia sedang melanjutkan kuliahnya di universitas STAI BABUNAJAH, semester 6. Ceritanya, di sana dia mengambil jurusan PAI tu guys...
Selain aktif kuliah, ia juga aktif di banyak organisasi salah satunya yaitu PRAMUKA.....
Flash back dikit gak papa ya guys....hehehee
Semasa sekolah di MA AL-IHYA ini, dia aktif banget ikut organisasi contohnya OSIS dan DA. Kemudian saat kuliah ini ia aktif di PMII, IPNU dan KUMANDANG. Kumandang disisni bukan melantunjak adzan di depan toa ya guys, J KUMANDANG ialah singkatan dari Keluarga Mahasiswa Pandeglang. Selain itu, dia juga ikut CBP (corps brigade pembangunan) , dan kerennya lagi, kakak kita ini orangnya gak kenal lelah .... guys, gak kaya kite gituh. Sepulang kuliah, dia membimbing anak anak ponpes lingkungan hidup AL-IHYA .r.. wow keren
Walaupun dia berjiwa santri, tapi gak tanggung tangung dia hobby adventur/berpetualang di negeri cisata....hehehe..wakwaw
Gimana kak Fauzi gak baik coba, kak Fauzi juga  punya  pesan buat anak  anak AL IHYA  tentunya buat akoh, kamo, kite dan semuanya J katanya gini guys : ‘’jangan menyerah atas impian kalian karena impian dapat memberikan tujuan hidup’’
‘’ingatlah sukses itu bukan kunci kebahagiaan,tapi kebahagiaanlah kunci sukses untuk kalian.’’
Asal kalian tahu aja nih ya guys...
Banyak sekali alumni-alumni MA Al-Ihya yang sukses di luar sana. Jadi, jangan males buat belajar ya guys... nantikan kembali jejak alumni di edisi berikutnya, ok J
Semangat dan salam pelajar.... !!! J

Taman Baca Ronyoka


Bpk. Ach. Mustaghfiri Amin

Reporter : Fadhilah Malik
Redaktur : Hardianti Malik
Editor : Swazika J Malik

Oke  guys kali ini kita akan membahas tentang guru inspiratif. Tentunya di MA Al-Ihya ini yaa.

Baiklah langsung aja, Guru inspiratif kita kali ini ialah Ayahanda kita, dengan motto nya : “tidak ada istilah tua untuk belajar”, yaitu: Bapak. Ach. Mustagfiri Amin, S.Pd yang biasa kita panggil pak Mus atau “Pak Kepala”, lahir di pandeglang 12 maret 1967 dan tinggal di desa Kaduronyok kec. cisata kab. Pandeglang. Beliau mengenyam pendidikan pertamanya di SDN kaduronyok 1 kemudian menempuh pendidikkan menengah pertama di MTS MA Kananga dan melanjutkan ke pendidikkan menengah atas di MA pusat menes. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikkan tingginya di Universitas Mathla’ul Anwar Banten pada Fakultas Pendidikkan Bahasa inggris.

Sewaktu kecil ia bercita-cita menjadi seorang “pengarang” yang bisa menghasilkan banyak karya. Namun saat ini, profesinya bahkan lebih hebat dari seorang pengarang. Dengan ketekunan dan kegigihannya dalam menuntut ilmu, saat ini Ia telah menghasilkan banyak karya yang luarbiasa mulai dari Output siswa/siswi didikkannya yang tidak terbilang banyaknya, putera-putera nya yang sukses di bidang masing-masing dan prestasi-prestasi lainnya terutama saat Beliau menjabat (diamanhi) sebagai Kepala Madrasah Aliyah Al-Ihya ini yang bisa kita rasakan langsung bagaimana perannya dalam mengelola Madrasah ini. Namun Sebelum mengajar di MA Al-Ihya ini, beliau pernah mengajar di beberpa sekolah di antaranya MTs Ahlussunnah waljama’ah dan MTs MA Cikaliung. Kemudian, dengan bekal pendidikkan dan pengalamannya itu pada Tahun 1993 beliau mengajar di MTs Al-Ihya Kaduronyok. Saat itu Yayasan Pondok Pesantren Al-Ihya baru berdiri.( Subhanallah.. berarti siswa/siswi didikkannya sudah sangat banyak dan tersebar dimana-mana yah.. ), dan saat ini, selain menjabat sebagai kepala Madrasah Aliyah Al-Ihya, beliau juga aktif mendidik dan mengajarkan Mapel Bahasa inggris, Tahfidz dan Tahsin/Ilmu tajwid di MA Al-Ihya. Tidak diragukan lagi, caranya mengajar telah berhasil mencetak siswa/siswi yang berprestasi. Salah seorang alumni MA Al-Ihya, Ibu. Dian Capriati, S.Pd mengatakan bahwa yang paling berkesan dari Pak Mus yaitu “..apa-apa yang telah beliau ajarkan itu sangat barokah bagi saya, terutama –grammar- nya yang sangat membantu saya ketika melanjutkan ke pendidikkan tinggi..”.

Bagaimanakah pendapat para siswa dan siswi MA Al-Ihya tentang sosok Beliau ?? ..yuk Kita simak

M. Syafe’I (X-MIA-1) : “..Bapak Kepala Sekolah itu baik, perhatian, serbabisa.. “
J Siiiip kita juga setuju banget tuh Bang Fe’i,  
Siti Rodiah (XI-MIA-2) : “Pak Kepala ialah Sosok guru insfiratif yang multitalent..”.
J betul banget itu sist.., mudah-mudahan kita ketularan yaa, hehe.
Dede Fahruroji (XI-MIA-1) : “Menurut saya, Pak Kepala Sekolah itu.. orangnya serba bisa, berpenampilan gagah, sopan, ramah & murah senyum..”
J Mantappp Bro..
Siti Fadilah (XI-MIA-1) : “Kalo bagi saya, pak kepala sekolah itu orangnya ahli dalam segala bidang, ramah, & bijaksana”
J agree with you sist..
Dian Rahmawati (XI-MIA-2) : “..Beliau itu…. Bijaksana dan mengagumkan..”
J Waaaah.. –meuni- penuh penghayatan gitu sist.. sampe mata menerawang ke langit gitu.. hehe..
St Latifah (XI-MIA-1) : “..Beliau Baik, Orangnya serba bisa dan berwibawa”
J
Iim Rusdianah (XI-MIA-2) : “..Ia berpendidikkan dan kharismatik… emm.. humoris juga”
J iyaps.. setuju, jadi artinya tepat dalam bersikap ya sist? ? waktunya tegas, tegas. Waktunya humor, friendly bangeudd.. hehe
Nurfalah Asifah (XI-MIA-1) : “Beliau itu.. Tegas, baik, pengertian dan selalu menanggapi usulan siswa..”
J Setujuuuu... Sista suka ngasih usulan nih kayaknya, wkwk
Ihah Maunatun S (XI-MIA-1) : “..ia sangat baik, akrab dengan murid. Asik deh pokoknya..”
J se-asik apa niih Sist..?? hehehe
Erah Hardianti (XI-MIA-1) : “..Pak Kepala itu baik, berwibawa, rendah hati dan tidak pernah pilih kasih 
J Cieee... yang merasakan langsung, hehe. MALIKA juga setujuuu tuh.
Oke guys... sahabat MALIKA semuanyaa ..kita kasih tepuk tangan yang meriah untuk para komentator diatas yuukk.. J prok.prok.prok.. semua komentarnya luarbiasa dan kami ucapakan “terimakasih” atas partisipasinya. :*

Sebagai tambahan ya guys, sebenarnya Beliau tidak hanya aktif di bidang kependidikkan saja, melainkan juga sangat aktif di masyarakat, seperti dalam acara-acara besar, kegiatan kepemudaan, Mesjid dan lain sebagainya.   Sementara itu, yang menjadi Sumber energi motivasi beliau hingga bisa jadi seperti sekarang ini banyakkk guys, pastinya orang-orang yang di sayanginya ya…. Termasuk kita “anak-anaknya” .. 
Saat wawancara pada hari Kamis tanggal 10 Agustus 2017, Beliau menyampaikan beberapa tips/pesan untuk kita semua yaitu, bahwa “..kita ini harus belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, & mempunyai akhlakul kharimah..”. Sangat besar harapan beliau untuk MA AL-IHYA ini, diantaranya yaitu “agar siswa/siswi MA Al-Ihya ini mempunyai ilmu pengetahuan yang luas, berkualitas, agamis, mandiri & inovatif” maka dari itu, yuk.. guys, sahabat MALIKA semuanya kita iringi kata “Aaminn” kita dengan action yang nyata untuk mewujudkan semua harapan Ayahanda kita. Mari kita lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu. Go !!!!!!

Alhamdulillah guys, berhubung jari ini mulai keriting, hehe. Jadi, kita cukupkan dulu bahasan tentang –guru inspiratif- ini walaupun sebenarnya masih banyakk yang ingin MALIKA bagikan tentang hal-hal menginspirasi dari guru kita tersebut.
Nantikan –guru inspiratif- di edisi berikutnya yaa.. See you again


INFO Terbaru

INFO Terbaru
"The Best Writer Of The Month" Edisi September

INFO Khusus

INFO Khusus
Karena terbentur dengan kegiatan UAS dan libur sekolah, pendaftaran anggota baru dibuka pada tanggal 01 November - akhir Desember 2017